Sifat Wanita Menurut Rasulullah

Secara umum setiap  kali pemikiran dan peradaban meningkat dan berkembang , manusia tidak akan melihat wanita dari satu sisi saja.  umpamPandangan integral ini tampak jelas dalam sebuah hadis Nabi SAW ketika beliau ditanya:
“Bagaimana wanita terbaik itu?”. Beliau menjawab, “Wanita terbaik itu  ialah yang menyenangkan bila dipandang  suaminya dan menurut bila disuruh, serta tidak mengkhianatinya, baik dalam menjaga dirinya sendiri atau harta suaminya yang sangat tidak disukainya”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i).
Dalam  hadis ini, dengan riwayat yang bermacam-macam, Rasulullah SAW mengajukan sudut pandang integral tentang wanita tanpa mengesampingkan satu sisi dan mengutamakan sisi lainnya. Setiap sisi mempunyai fungsi dan keseimbangannya masing-masing.
Jadi, ucapan Beliau, ” Wanita terbaik ialah wanita yang membuatmu senang jika engkau melihatnya”, adalah ungkapan kecantikan dan penampilan yang baik. Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan suatu yang disunatkan, karena  kebiasaan manusia lebih cenderung pada kecantikan. Apalagi kecantikan dan penampilan yang baik pada diri wanita dapat memelihara dan melindungi kaum pria.
Kemudian ucapan Beliau,  “…dan mentaatimu jika engkau menyuruhnya”, adalah ungkapan keserasian dan kecocokan wanita dengan pria. Saya kira tidak ada seorang pun yang  mengingkari bahwa kesesuaian dan keharmonisan karakter wanita dengan karakter suaminya merupakan salah satu poros utama pada diri wanita ideal. Sebab hal itu akan melahirkan kebahagiaan dalam kehidupan suami-istri.
Sementara itu ucapan Beliau, “…tidak mengkhianatinya, baik dalam menjaga dirinya sendiri atau harta suaminya yang sangat tidak disukainya”.  Adalah ungkapan yang menggambarkan kebaikan agamanya dan kelurusan akhlaknya. Dan itu adalah dasar sifat-sifat wanita ideal.
Sebagian orang merasa keberatan dengan  unsur kecantikan, disebabkan Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis:
“Janganlah engkau menikahi seorang wanita karena kecantikannya, sebab kecantikannya mungkin akan menghancurkannya dan jangan pula karena hartanya, karena hartanya akan menjerumuskannya. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
Bagaimana mungkin Rasulullah SAW menetapkan kecantikan sebagai salah satu unsur wanita saleh, lalu beliau menjawabnya dalam hadis:
“Seorang wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang  mempunyai agama, niscaya engkau bahagia”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Untuk menepis keberatan diatas, perlu dijelaskan bahwa maksud dari perintah memilih agama, dan bahwa seorang wanita tidak dinikahi karena kecantikannya, bukanlah berarti bahwa memelihara kecantikan itu dilarang, tetapi yang  dilarang adalah memilih seorang wanita atas dasar kecantikannya semata, tanpa memperhatikan sisi-sisi lainnya. Seorang wanita yang sangat cantik tapi tidak berakhlak, tidak usah dipilih karena bencana yang  ditimbulkannya akan lebih parah, dimana sang suami terdesak untuk menceraikannya sedangkan hidupnya akan terasa sempit. Seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah SAW seraya menanyakan:
“Ya Rasulullah, aku mempunyai seorang  istri yang tidak menghindar dari sentuhan tangan setiap orang”. Rasulullah berkata, “Ceraikanlah!!”. Lalu orang itu berkata, “Tetapi aku mencintainya”. Beliau pun berkata, “Pertahankanlah ia”.
Dengan demikian kecantikan yang dibarengi dengan rusaknya akhlak dan hilangnya semua sendi dalam diri wanita saleh merupakan musibah dan bukan nikmat. Oleh karena itu, kecantikan tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya unsur tapi harus diletakkan sejajar dengan semua unsur sendi yang lain. Kecantikan hanya merupakan salah satu fondasi  atau dasar kepribadian seorang wanita dan bukan satu-satunya keharmonisan dan kasih sayang sering tercapainya dengan adanya unsur kecantikan ini. Islam memerintahkan untuk selalu memelihara faktor-faktor keharmonisan dan kasih sayang.
Hal ini  diperkuat oleh syariat yang menganjurkan untuk melihat calon istri pada saat menentukan pilihan. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian menyukai (sampai tingkat hendak menikahinya) seorang wanita, maka hendaklah ia melihatnya, karena yang demikian itu lebih baik untuk mengabadikan (hubungan) diantara mereka”.
Sebagaimana diketahui proses melihat calon istri ini tidaklah dimaksudkan untuk mengetahui akhlak, agama atau harta melainkan untuk melihat kecantikannya. Terakhir, dalil lain yang memperkuat pentingnya kecantikan sebagai salah satu landasan kepribadian wanita ideal adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Umar at-Tauqani  dari Rasulullah SAW yang bersabda:
“Sesungguhnya wanita yang membawa berkah paling besar adalah yang  paling cerah wajahnya dan yang paling sedikit maharnya”.
Kembali pada persoalan pertama, saya tekankan sekali lagi bahwa kecantikan saja tidaklah memiliki nilai manakala tidak dibarengi dengan agama  yang kuat dan akhlak yang mulia. Nilai dan kedudukan kecantikan dipandang sebagai  salah satu unsur yang saling bersentuhan dengan unsur-unsur lain yang tidak kalah pentingnya seperti agama, akhlak, otak yang cemerlang dan kejiwaan yang stabil.
Rasulullah juga menambahkan 2 sifat, yaitu: kemampuan untuk melahirkan dan kasih sayang yang diberikan sang istri kepada suaminya. Dengan demikian kegadisan merupakan keistimewaan tersendiri pada diri seorang wanita dalam pandangan Rasulullah SAW, karena kegadisan memiliki kedinamisan feminis yang terlihat dalam bercanda dan bermain. Perncermatan sekilas atas hikmah ini telah menyingkap tabir yang menutupi 3 keistimewaan pada diri seorang gadis, yaitu:
  1. suatu karakter bermuara pada kelembutan. Saya katakan demikian karena seorang gadis mencintai suaminya dan menyenanginya, yang mempengaruhi cinta dan kasih sayang sebagaimana di isyaratkan oleh Rasulullah SAW, yaitu: “Hendaklah engkau menikahi wanita yang penuh kecintaan”. Ini karena seorang janda yang sudah memiliki pengalaman dengan seorang pria  dan banyak membaca kondisi, tidak mau menerima sebagian sifat suaminya yang kedua sebagaimana suaminya yang  pertama, yang banyak memberikan pengaruh negatif pada tingkat keharmonisan dengan suami kedua.
  2. kegadisan akan beroleh kecintaan penuh dari sang  suami, karena insting yang tinggi akan menjauh dari segala sesuatu yang telah disentuh oleh seseorang. Kadar tindakan menjauhkan diri ini berbeda-beda dalam diri setiap orang. Sebagian menolaknya secara penuh dan sebagian lainnya menerimanya dan sebagian lainnya lagi memiliki pandangan yang berbeda.
  3. kecintaan seorang janda kepada suaminya yang pertama terkadang masih tetap  ada. Sementara itu seorang  gadis yang belum pernah memiliki suami sebelumnya sehingga ia memberikan cinta secara penuh kepada suaminya. Dengan demikian meskipun seorang janda juga memberikan cintanya, tak urung kecintaannya kepada suaminya yang pertama masih  tetap ada.
Bagaimanapun Rasulullah SAW menganggap bahwa kegadisan memiliki keistimewaan tersendiri dalam diri seorang  wanita, meskipun  beliau tidak pernah  menikah dengan gadis kecuali Aisyah r.a. Ini jelas merujuk pada sisi-sisi lain yang bersifat sosial, politik dan keagamaan berkenaan dengan masalah dakwah dan perkembangan umat.
Diantara sifat-sifat wanita ideal menurut Rasulullah adalah penuh kasih sayang kepada anak-anak, mendidik mereka dengan baik, serta  mengurus dan menjaga masalah keuangan suami dengan baik dan sebagainya.
Dengan demikian kita telah mengetahui pandangan Rasulullah SAW tentang wanita ideal. Menurut beliau, wanita ideal adalah seorang gadis yang dapat melahirkan banyak keturunan, penuh cinta kasih dan sayang, cantik, berpenampilan baik dan menyenangkan suami disaat melihatnya, sejalan dan sehati dengan suaminya, beragama, jujur, selalu menjaga diri  dan harta suaminya disaat tidak  ada disisinya sebagaimana Allah telah memeliharanya , sangat sayang dan memelihara urusan suaminya dalam segala hal.
Demikianlah pandangan Rasulullah yang  luas dan dalam tentang wanita ideal. Pandangan ini bersifat integral dan komprehensif, yang memperhatikan sisi-sisi manfaatnya untuk masa  sekarang maupun masa mendatang dan sejalan dengan fitrah kemanusiaan yang  murni dan asli tanpa mengabaikan karakter dan kecenderungan pada dirinya.
Sumber;;:
https://putriyrengganis.wordpress.com/2010/06/15/wanita-ideal-dalam-pandangan-rasulullah-saw/


Kami juga memiliki laman website yang menjelaskan mengenai produk kami. Smart Techno memproduksi jamdigital masjid dengan berbagai macam type. Jam digital masjid tangerang produk kami bergaransi 1 tahun dan akurasi 100 tahun. Produk kami juga terseia di toko online Bukalapak, Tokopedia, dan OLX. Untuk info lebih lanjut lagi kunjungi website kami di www.jadwaldigital.com

Komentar